Malam ini di kota yang kecil namun banyak dikenali nama nya, aku trus mencari kenyaman hati ini tuk bisa sejenak melupakan apa yang menjadi beban dalam fikiranku, 5 hari sudah ponsel ku seperti mayat hidup.
Tak ada pesan yang aku terima darimu, tak ada lagi sapaan manis yang kau ucapkan kepadaku. hal itu terulang lagi, kejadian yang sama membuat aku tak bisa berfikir. Aku mengirim pesan singkat berisikan "aku capek putusin aku".
Aku terkejut saat kau membalas dengan tanpa rasa peduli "dan yadah siiy pergi silahkan pergi". tubuhku langsung melemas entah apa yang akan aku lakukan selanjutnya, dan kita PUTUS.
Entah apa yang ada difikiran nya, dengan mudah nya kau hilang respect padaku, sekilas semua memang tak adil, aku berusaha menjadi apa yang kau mau. kau tau ? menjadi orang lain yang kau harapkan adalah hal tersulit. karna aku bukan lah diriku yang sebenarnya.
Kau pernah bilang "Hubungan ini yang bisa saya berikan" aku berusaha menikmati peran ku, dimana aku harus menjadi sosok dalam masalalu nya. Adil kah ? ini demi Cinta, adakah sebuah Cinta yang tak mau menerima orang yang ia Cintai nya dengan apa adanya ?
Oh tidak Cinta memang ada apanya, dari situlah kita bisa menerima dengan apa adanya. kaimat yang sulit aku mengerti. kau tau tersiksanya menjadi orang lain ? aku memang ingin bebas tapi bukan bebarti hubungan ini.
Aku akui aku yang memulai mangucapkan kata itu, tapi sadarlah aku hanya ingin kau menahan ku untuk pergi, bukan membiarkan aku tuk pergi.
perjuangan ku sia-sia, aku berusaha merubah diriku menjadi apa yang kau mau, aku gagal menepati janji ku untuk tetap menjaga mu agar tak lagi pergi karna kesalahan ku. namun rasanya aku menyerah dengan semua keadaan saat ini.
Komintmen itu apabila aku merasa capek ingin pergi tolong tahan aku agar aku tetap disini, dan itu tak seindah yang aku bayangkan, dia memutuskan ku dan menganggap ku teman biasa.
Aku tau teman biasa dalam kehidupan mu akan selama nya menjadi teman, tak akan bisa kembali menjadi seseorang yang memiliki hatimu.
Aku terlalu cemburu yang iri dengan masalalu, yang selalu kau puja, selalu kau berikan yang terbaik, salalu kau banggakan, bahkan mungkin sampai saat ini hatimu masih untuk nya.
Buktinya kau mampu bertahan lama dengan masalalu yang mengulangi kesalahan yang sama namun dengan ku seakan semua salahku, kau jadikan aku pelampiasan atas rasa sakit hatimu.
Aku bukan boneka mu yang disaat kau butuh datang dan minta ku temani, bukan kah aku ini seseorang yang kamu sayang?? entah mengapa bahkan sampai saat ini aku merasa kau tak memiliki hati yang tulus, bagaimana tidak ? aku selalu tak dipedulikan olehmu.
Kau tau ? tak mudah menjadi diriku untuk menjadi yang terbaik, namun semua dipandang sebelah mata olehmu. Kau tau ? kau begitu berharga bagiku, aku terlalu menyayangi sosok yang begitu tak memperdulikan pasangan nya,
Kau tau ? hanya mengharapkan sebuah kata "aku sayang kamu" dengan cara yang terluka. Apa aku harus merasakan sakit agar aku dapat merasakan Cinta darimu ? Aku terlalu memujamu, membanggakanmu, bahkan aku terlihat bodoh masih berharap kau pedulikan aku.
Sungguh sesak hati ini, dengan mudah nya kau membiarkan aku pergi, kau bilang aku tak pantas untuk diperjuangkan, lalu apa yang akan kau perjuangkan ? sedangkan aku ? aku yang berusaha sendiri mempertahankanmu, hanya Demi aku bisa bersamamu aku korban diriku yang sebenarnya, bukan kah itu tersiksa ? kau pernah merasakan sulit nya menjadi orang lain kan ? tersiksa dan rasa ingin bebas, sekarang setelah aku terbiasa dengan komitment yang kau mau, mau membiarkan aku pergi begitu saja ??
Ini tak adil, dan dengan mudah nya kau menghilangkan prasaan mu terhadapku ?? ini kah Cinta yang terlalu dewasa ?
Entah apa yang ada difikiran nya, dengan mudah nya kau hilang respect padaku, sekilas semua memang tak adil, aku berusaha menjadi apa yang kau mau. kau tau ? menjadi orang lain yang kau harapkan adalah hal tersulit. karna aku bukan lah diriku yang sebenarnya.
Kau pernah bilang "Hubungan ini yang bisa saya berikan" aku berusaha menikmati peran ku, dimana aku harus menjadi sosok dalam masalalu nya. Adil kah ? ini demi Cinta, adakah sebuah Cinta yang tak mau menerima orang yang ia Cintai nya dengan apa adanya ?
Oh tidak Cinta memang ada apanya, dari situlah kita bisa menerima dengan apa adanya. kaimat yang sulit aku mengerti. kau tau tersiksanya menjadi orang lain ? aku memang ingin bebas tapi bukan bebarti hubungan ini.
Aku akui aku yang memulai mangucapkan kata itu, tapi sadarlah aku hanya ingin kau menahan ku untuk pergi, bukan membiarkan aku tuk pergi.
perjuangan ku sia-sia, aku berusaha merubah diriku menjadi apa yang kau mau, aku gagal menepati janji ku untuk tetap menjaga mu agar tak lagi pergi karna kesalahan ku. namun rasanya aku menyerah dengan semua keadaan saat ini.
Komintmen itu apabila aku merasa capek ingin pergi tolong tahan aku agar aku tetap disini, dan itu tak seindah yang aku bayangkan, dia memutuskan ku dan menganggap ku teman biasa.
Aku tau teman biasa dalam kehidupan mu akan selama nya menjadi teman, tak akan bisa kembali menjadi seseorang yang memiliki hatimu.
Aku terlalu cemburu yang iri dengan masalalu, yang selalu kau puja, selalu kau berikan yang terbaik, salalu kau banggakan, bahkan mungkin sampai saat ini hatimu masih untuk nya.
Buktinya kau mampu bertahan lama dengan masalalu yang mengulangi kesalahan yang sama namun dengan ku seakan semua salahku, kau jadikan aku pelampiasan atas rasa sakit hatimu.
Aku bukan boneka mu yang disaat kau butuh datang dan minta ku temani, bukan kah aku ini seseorang yang kamu sayang?? entah mengapa bahkan sampai saat ini aku merasa kau tak memiliki hati yang tulus, bagaimana tidak ? aku selalu tak dipedulikan olehmu.
Kau tau ? tak mudah menjadi diriku untuk menjadi yang terbaik, namun semua dipandang sebelah mata olehmu. Kau tau ? kau begitu berharga bagiku, aku terlalu menyayangi sosok yang begitu tak memperdulikan pasangan nya,
Kau tau ? hanya mengharapkan sebuah kata "aku sayang kamu" dengan cara yang terluka. Apa aku harus merasakan sakit agar aku dapat merasakan Cinta darimu ? Aku terlalu memujamu, membanggakanmu, bahkan aku terlihat bodoh masih berharap kau pedulikan aku.
Sungguh sesak hati ini, dengan mudah nya kau membiarkan aku pergi, kau bilang aku tak pantas untuk diperjuangkan, lalu apa yang akan kau perjuangkan ? sedangkan aku ? aku yang berusaha sendiri mempertahankanmu, hanya Demi aku bisa bersamamu aku korban diriku yang sebenarnya, bukan kah itu tersiksa ? kau pernah merasakan sulit nya menjadi orang lain kan ? tersiksa dan rasa ingin bebas, sekarang setelah aku terbiasa dengan komitment yang kau mau, mau membiarkan aku pergi begitu saja ??
Ini tak adil, dan dengan mudah nya kau menghilangkan prasaan mu terhadapku ?? ini kah Cinta yang terlalu dewasa ?