Hari ini, umurku bertambah. Semakin tua mestinya bisa jadi pribadi yang lebih dewasa. Semoga saja. Di hari ini adalah dua hari tanpamu di kehidupanku. Banyak yang berbeda, dan ada satu kesedihan luka yang aku sembunyikan dengan senyumku.
Aku tak mau menghancurkan hari bahagiaku, tanpamu aku berusaha tenang, damai dan tidak begitu meratapi kepergianmu satu hari yang berlalu. Tapi sebagai wanita aku tidak bisa sempurna menyembunyikan luka.
Tahun lalu, saat umurku bertambah aku masih bisa membaca chatan darimu, mendengar suaramu melalui telfon, bercerita hari-hari mu dengan sangat nada lucu kamu ceritakan. Aku dan kamu menertawakan nya.
Iya. sebagai wanita yang masih mencintaimu, tentu aku berharap kamu terlibat dalam hari bahagia ku. Meski sebelum nya kamu lebih dulu memberikan sebuah kejutan--sebuah kata pisah.
Sekarang aku harus terbiasa tanpamu, aku harus mengubah kebiasaanku yang diam-diam menjadi detektif dalam kehidupanmu. Demi mengetahui kamu baik-baik saja. Namu semua itu harus ku hentikan. Sungguh. Aku masih sangat ingin merasakan kehangatan darimu. Mata mu, bibirmu, dan bidang dadamu.
Dalam perjalanan Bogor-Jakarta dengan comuter line yang aku naiki. Bayanganmu terlintas dan saat inipun aku hanya inginkanmu, setidaknya kamu menunjukkan kepedulianmu. Sekedar mengucapkan "selamat ulang tahun" kepadaku.
Bila Tuhan mengizinkan aku bertemu dengan mu tanpa sengaja, segera mungkin aku ingin memelukmu. Menangis dalam dekap kehatan dirimu dan dalam bidang datarmu yang aku rindukan. Kemuadian aku akan menangis sejadi-jadinya agar kamu mendengarkan semua yang ku ucap. Memintamu mengerti bahwa aku belum siap kamu menghilang selamanya dalam hidupku.
Semoga kau merasakannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar