Jumat, 16 Desember 2016

Tanpa kelanjutan

Cinta itu bebas, ia tak pernah melihat dengan siapa akan melabuhkan hatinya, tapi hanya saja ada perihal yang membuatnya harus lebih bersabar untuk bersemi -- atau mungkin membiarkan nya layu.

Ada hal yang tak pernah aku mengerti, mengapa ada orang yang betah membiarkan dirinya membohongi sebuah rasa. Bukankah hati itu tak bisa untuk terus kau bohongi?

Mungkin, sinopsis yang telah dibuatnya menjadi petaka yang mengutuknya tak ingin mempermasalahkan sebuah perasaan. Logikaku terus berfikir "bisakah kita berbicara dengan bertatap wajah? Agar aku bisa membebaskanmu dari kebahagiaan yang sekarang kau ciptakan namun semua itu semu".

Yah, kau masih betah berjuang membunuh perasaan itu dan mematikan api yang tak kunjung padam.

dari wanitamu 24April.



depril_an

Senin, 02 Mei 2016

April telah berlalu

  Hari ini begitu menguras tenagaku, fikiranku dan juga perasaanku yang lalu lantang. Entah apa yang mereka fikirkan tentangku, sungguh menghargai itu sulit begitupun bentuk dari sebuah balas penghargaan dari seseorang.
 
  Miss komunikasi menurutku adalah penyebabnya. Terimakasih untuk seseorang yang jauh-jauh dari Cikarang dan Bekasi, Terimakasih atas kejutan yang kalian berikan, dan Terimakasih untuk usaha kalian yang telah menciptakan senyuman di bibirku. Tapi apa kalian tau? Aku sangat lelah, tubuhku yang sudah berontak dan ingin segera membaringkan nya ke ranjau rasanya lebih menguras tenagaku dan juga menahan sakit nya lebih dari biasanya. Tapi apa kalian tau betapa susah nya menerima kenyataan bahwa aku tidak sekuat dulu, tidak setangguh dulu. Ada beberapa sisi yang membuatku kehabisan energi untuk bernafas, ada beberapa hal yang membuatku tidak seceria dulu dan ada beberapa hal yang tidak kalian ketahui--karena nyata nya kalian tidak mau tau.

  Terimakasih untuk vonis yang kalian berikan. Aku maklumi karena aku pun dalam keadaan yang mungkin bersalah dan selalu salah di mata kalian. Aku pun tidak berarti membela diri bahwa apa yang aku rasakan tanpa kalian mau tau, itu menjadi benar untuk diriku sendiri.
Bila memang dewasa, kita bukan lagi anak TK yang bila marahan tanpa ada obrolan untuk sekedar penjelasan.
Kemana kalian saat aku sakit? Bahkan aku mengatakan akan operasi pun kalian anggap itu candaan dan drama queen yang sedang aku perani, apa kalian tau jauh sebelum operasi terjadi aku sangat berharap kalian memberiku keyakinan dan mendengarkan kesakitan yang aku alami saat itu. Kalian yang terlalu masa bodo membuatku teramat berfikir bahwa fase dimana kita seperti kepompong dulu telah berubah manjadi kupu-kupu yang indah, mencari kelopak baru yang siap di hisap madunya. Sungguh dalam fikiranku kalian telah memiliki kehidupan lain, kehidupan yang lebih indah, kehidupan yang membawa kalian jauh dari tempatku meski sekedar tempat curahanku.
 
  Aku marah? Tidak semua aku jalani dengan penuh kedewasaan diri dan rasa penuh kesadaran, bahwa aku tidak begitu penting untuk kalian. Tapi nyata nya kalian masih peduli dengan kejutan semalam itu. Sekali lagi Terimakasih. Walaupun Aprilku telah berlalu. Sungguh dalam Fikiranku saat ini hanya ingin memberi pembuktian bahwa aku bisa mewujudkan cita-cita. Mengertilah, itu yang hanya ingin aku ketakan. Dan Maafku untuk kalian yang telah aku kecawakan entah itu sengaja ataupun tidak.

  Tulisanku ini mungkin akan menjadi bahan olokkan dan bahan omongan kalian, dan aku sudah membayangkan kalian pasti berkata "lebay" tapi sudahlah tujuanku hanya satu yaitu hanya ingin dunia tau bahwa aku mempunyai kalian yang begitu hebat, kalian yang selalu berusaha membuatku tersenyum walaupun kalian tak pernah tau kekecewaan yang sangat berat saat ini sedang aku alami.

Untuk kalian kawan pea-ku.

Minggu, 24 April 2016

19th-ku, Dua Hari Tanpamu

Hari ini, umurku bertambah. Semakin tua mestinya bisa jadi pribadi yang lebih dewasa. Semoga saja. Di hari ini adalah dua hari tanpamu di kehidupanku. Banyak yang berbeda, dan ada satu kesedihan luka yang aku sembunyikan dengan senyumku.

Aku tak mau menghancurkan hari bahagiaku, tanpamu aku berusaha tenang, damai dan tidak begitu meratapi kepergianmu satu hari yang berlalu. Tapi sebagai wanita aku tidak bisa sempurna menyembunyikan luka.

Tahun lalu, saat umurku bertambah aku masih bisa membaca chatan darimu, mendengar suaramu melalui telfon, bercerita hari-hari mu dengan sangat nada lucu kamu ceritakan. Aku dan kamu  menertawakan nya.

Iya. sebagai wanita yang masih mencintaimu, tentu aku berharap kamu terlibat dalam hari bahagia ku. Meski sebelum nya kamu lebih dulu memberikan sebuah kejutan--sebuah kata pisah.

Sekarang aku harus terbiasa tanpamu, aku harus mengubah kebiasaanku yang diam-diam menjadi detektif dalam kehidupanmu. Demi mengetahui kamu baik-baik saja. Namu semua itu harus ku hentikan. Sungguh. Aku masih sangat ingin merasakan kehangatan darimu. Mata mu, bibirmu, dan bidang dadamu.

Dalam perjalanan Bogor-Jakarta dengan comuter line yang aku naiki. Bayanganmu terlintas dan saat inipun aku hanya inginkanmu, setidaknya kamu menunjukkan kepedulianmu. Sekedar mengucapkan "selamat ulang tahun" kepadaku.

Bila Tuhan mengizinkan aku bertemu dengan mu tanpa sengaja, segera mungkin aku ingin memelukmu. Menangis dalam dekap kehatan dirimu dan dalam bidang datarmu yang aku rindukan. Kemuadian aku akan menangis sejadi-jadinya agar kamu mendengarkan semua yang ku ucap. Memintamu mengerti bahwa aku belum siap kamu menghilang selamanya dalam hidupku.
         
                 Semoga kau merasakannya

Jumat, 22 April 2016

Menuju 24 april ku

Pagi ini, aku terbangun dalam ruang yang hanya berukuran 3x4 m. Hidup di Jakarta memang kejam, ruang tuk bernafas seperti gadis seumuran ku yang baru saja kehilangan sosok yang dicintai nya tentu akan merasa sangat sesak untuk menghirup udara segar.

Aku memejamkan mata sejenak, membayangkan kamu ada dalam hidup ku lagi, satu hari tanpa kamu dihidup ku rasa nya seperti aku kehilangan satu tulang rusukku. Walaupun mungkin tak sebaliknya dengan mu. Kamu justru sangat tenang jika menghilang dari hidupku karena itu adalah impianmu. Lari sejauh mungkin dari ku dan mencari rumah baru untuk kamu jadikan persinggahan hatimu selanjutnya.

Mimpi buruk semalam bukanlah pertanda baik dalam kenyataan. Dan itu adalah pertanda bahwa aku kehilangan sosokmu untuk kedua kali nya--ini lebih parah.

Tak satupun yang bisa aku ketahui tentangmu lagi, setidak nya mengetahui bahwa orang yang aku cintai baik-baik saja pun kamu tidak menginzinkan. Facebook, Pin, Twitt, Path, Instagram, Email bahkan nomor handphone dan semua tentangku di unfollow dan blok olehmu.

Aku tidak mengerti rencana Tuhan selanjutnya seperti apa. Kamu telah bahagia dengan wanitamu yang baru, sementara aku? Masih menjadi pungguk yang merindukan samg bulan. Terjebak dalam sebuah menara tinggi dan berharap ada sang pangeran menyelamatkan hidup nya yang monoton.

Inikah hadiah ulang tahun yang kamu berikan untukku? Tidakkah secuil kebahagiaan untuk sekedar menggariskan senyum dalam bibirku? Kadang aku bersifat seperti bocah karena ingin merasakan kesenangan tanpa tau kesedihan di tinggalkan orang yang sangat ia cintai tepat beberapa jam bertambah nya umurku.

Kesakitanku sungguh tidak diperdulikamn olehmu, kamu pergi tanpa rasa bersalah meninggalkan caci dan makian di akhir kalimat yang aku terima dari sebuah sms terakhirmu. Wanita mu sekarang mungkin jauh dan lebih dari segala nya dariku. Hanya seseorang yang kamu anggap bocah dan tidak mementingkan diri orang lain pun tidak mau tau prasaan orang lain itu seperti apa--itu menurutmu.

Jika memang cinta sebodoh ini adakah hal lain yang lebih bisa aku lakukan untuk menunjukkan bahwa lihatlah betapa aku sangat mencintaimu dalam kesakitan yang kamu berikan tapat beberapa jam bertambah nya umurku~

                                   Untuk shmily-ku

April Move


  Pesan singkat yang kamu kirimkan melalui email-ku pagi tadi, mampu membuatku sedikit bahagia karena picture yang kamu kirim kan adalah sebagai ucapan atas ulang tahun ku yang akan bertambah kurang lebih dua kali dua puluh empat jam lagi. Terimakasih atas ucapan yang lebih dulu kamu berikan dari siapapun. Walaupun tak sesuai dengan tanggal yang seharusnya.

  Ketakutan ku kembali membuka luka lama yang selama ini berusaha untuk aku kubur dalam-dalam. Ya, selain picture yang kamu kirim dalam email yang aku terima ada sebuah documen berjudul "bye-bye pril". Sebelum nya aku dan kamu sempat bertukar obrolan melalui BBm. Kesalahan yang sekian kali nya aku perbuat adalah menyapamu dengan kalimat "hey, sudah berapa wanita yang kamu permainkan?".

Kamu yang cukup geram dengan sikap ku seperti bocah mungkin memutuskan untuk pergi tanpa rasa bersalah kepada ku sedikit, pun kamu yang telah bahagia hanya mengucap selamat tinggal tepat beberapa hari lagi aku bertambah umur.

Rasanya aku kehabisan oksigen ketika membaca satu halaman yang kamu kirimkan, sulit untuk bernafas. Sesak ku kembali membuka luka yang sedikit pulih. Luka yang seharus nya mengering. Kepergian mu kali ini benar-benar untuk selamanya.

Kita ada, tapi tiada dalam satu semesta yang nyata. Entah aku ataupun kamu yang salah, kita memiliki kekecewaan masing-masing yang sulit untuk di perjelas.

April yang menyedihkan, kamu selalu inginkan aku menjadi sosok yang dewasa. Sosok yang bisa kamu lihat dari sisi yang berbeda. April yang tak pernah di sangka kamu pergi dengan wanita baru mu dan menemukan rumah yang siap tuk kamu singgahi.

Tanpa sadar hati ku kembali remuk dengan keadaan yang terpaksa aku terima. Tapi kamu? Tertawa bahagia dengan wanita mu yang melihatku sekarat dengan luka yang kamu ciptakan kembali.

Pergilah dengan wanita mu, ucapan selamat tinggal darimu mungkin akan membantu sisa tenagaku untuk bersemangat menlanjutkan hidupku. Melanjutkan mimpi yang akan segera aku wujudkan.

April move semoga lekas menyembuhkan luka yang benar-benar melihatmu tak lagi hadir di hidup ku. Untuk selamanya.

                dari wanita yang kau anggap bocah