Jumat, 16 Desember 2016

Tanpa kelanjutan

Cinta itu bebas, ia tak pernah melihat dengan siapa akan melabuhkan hatinya, tapi hanya saja ada perihal yang membuatnya harus lebih bersabar untuk bersemi -- atau mungkin membiarkan nya layu.

Ada hal yang tak pernah aku mengerti, mengapa ada orang yang betah membiarkan dirinya membohongi sebuah rasa. Bukankah hati itu tak bisa untuk terus kau bohongi?

Mungkin, sinopsis yang telah dibuatnya menjadi petaka yang mengutuknya tak ingin mempermasalahkan sebuah perasaan. Logikaku terus berfikir "bisakah kita berbicara dengan bertatap wajah? Agar aku bisa membebaskanmu dari kebahagiaan yang sekarang kau ciptakan namun semua itu semu".

Yah, kau masih betah berjuang membunuh perasaan itu dan mematikan api yang tak kunjung padam.

dari wanitamu 24April.



depril_an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar