Hari ini adalah terahir kalinya kita bertatap muka, bercerita tentang kehidupan, tertawa bahkan menangis sekalipun. Setelah kurang lebih tiga bulan mengenal satu sama lain, karakter masing - masing bahkan mengetahui cerita kehidupan satu sama lain. "helo, siapa nama mu?" itu pertama kali nya perkenalan kita. Aku membalas jabatan tanganmu ketika kamu menyanyakan siapa namaku.
Wanita dewasa dengan logot jawa kromo yang begitu melekat, adalah kamu Mba Siti Nur Wahida. Dengan beground Lulusan D4 Kebidanan, yang menambah suasana di dalam apotek semakin berwarna. Aku masih ingat saat kamu menceritakan kehidupanmu, yang berasal dari Cilacap. Lambat laun kita semakin dekat. Seperti tak ada lagi sekat dan jarak yang mambuat kita menjaga nama satu sama lain.
Kebiasaanmu adalah menelfon Mas Satria yang tak lain adalah calon suami mu, kamu tau mba aku sangat iri melihat kalian berdua, Mba yang begitu keras dengan watak nya mampu luluh ketika Mas Satria yang memnghadapi nya. Kamu bukan lah orang yang sombong meski latar belakang keluarga Mba dari kalangan terhormat namun kamu mampu berbaur dan bergaul tanpa melihat fisik maupun materi.
Melihat film India di tv sampe nangis dengan sendiri nya termasuk salah satu kebiasaan mu. "aku engga bisa kalo ngeliat film sedih engga nangis tuh, jadi kadang males kalo nonton tv ada peran yang sering di tindas" itu katamu. Bagiku kamu itu unik mba. Kamu selalu membuat suasana tegang menjadi santai dan penuh tawa.
Meski kadang ngomel - ngomel karena hp mu yang lemot, Hobby menonton tv dengan gonta ganti chanel, bahkan sampe masalah makan pun aku dan kamu sering berantem sebelum memutuskan makan apa kita hari ini? "Aku kalo nurutin kamu pusing, dan kamu kalo nurutin akupun ikut pusing. Jadi mau nya gimana, kita mau makan apa?" itu yang selalu kamu katakan ketika aku sedang lapar - lapar nya namun kau begitu santai menghadapi ku yang sudah kelaparan.Melewati Ramadhan dengan orang seperti Mba, aku sangat bersyukur karena Mba selalu bisa menjadi panutan dan orang tua kedua ketika aku dan Onyet di Apotek.
Aku sangat berimakasih kepada Tuhan dan aku sangat bersyukur di pertemukan dengan orang seperti mba, di awal kehidupan ku yang baru aku bertemu dengan orang sehebat mba. Banyak hal yang bisa aku jadi kan pelajaran ketika mendengarkan semua cerita kehidupan mu. Terimakasih mba sudah hadir dalam hidup ku, terimakasih karena Mba selalu menasehati aku ketika aku nangis hanya karna Rizky. Terimakasih Mba selalu memberikan solusi ketika aku sedang ada masalah.
Setiap pertemuan semua sudah di atur oleh Tuhan, dan setiap pertemuan pula pasti ada yang nama nya perpisahan. Entahlah engga ada nya kamu nanti akan seperti apa jadi nya aku. Seperti itik yang kehilangan induk nya mungkin. Tak ada lagi orang yang mengomeli ku ketika aku masih saja mengingat Rizky. Tak lagi ada orang yang mendengarkan cerita - cerita konyol ku. Tak lagi ada orang yang meledek ku dengan kalimat "buka pintu nya, Feby".
Feby, cukup aku, kamu dan orang seisi Apotek lah yang tau kejadian itu. bagi ku cukup hanya Feby yang akan menjadi bahan lawakan serta tawaan ketika hening menyergap. Mba, jangan lupain kita disini yah. Aku bakal berenti untuk mengenang Rizky, cerita -cerita ku dengan Rizky lambat laun akan aku tutup dan aku akan kembali berjalan melihat dunia ku yang baru.
Masalah Cinta, Mba benar "ngapain kamu masih mikirin Rizky kalo dia pun engga pernah peduli sama kamu, harus nya kamu buktiin ke dia hidup kamu jauh lebih bahagia dan sehat wal'afiat, Cinta itu saling membutuhkan bukan saling di butuhkan. kamu perjuangin dia tapi dia asyik mencari yang lebih dari kamu? dia itu bukan orang yang pandai bersyukur. Lupakan dia anggap lah mimpi buruk karena telah mengenal nya"
"halah kamu ini, mboya aku bosen denger cerita kamu yang nangis karena cowok itu lagi, nanti sek tak kenalkan sama tentara" aku selalu tersenyum dan seakan kesedihan pun serasa hilang ketika Mba bicara hal itu. Penghibur hati ketika aku menceritakan kegagalan ku dalam menjalani sebuah hubungan. Itu membuat aku trauma, belum siap menata hatiku dan belum siap untuk kembali terpuruk.
Mba, baik - baik di Sidoarjo ya.. Jangan lupain aku. Mba harus belajar ngekost dan hidup dengan kesederhanaan. Aku nyaman Mba ada di Apotek Terimakasih untuk semuanya. See You Again Nona Idha :*
dari gadis yang baru memulai kehidupan nya. Depril