Selasa, 29 September 2015

Aku Merindukanmu

 ku jatuhkan tubuhku keranjang tempat tidur, rasa lelah sangat terasa hari ini. aku menghela nafas sejenak sosok dirimu kembali ku ingat. kau tahu ? aku merindukan sosok sepertimu, Setelah tiga bulan lama nya saat perpisahan kita. yah mungkin kau terlalu enggan melihat tulisanku yang menyebutkan kau dan aku menjadi 'kita'. Bagaimana keadaanmu sekarang ? apa kau bahagia dengan wanitamu saat ini ? yah mungkin sosok sepertimu sangat bersyukur dengan cara kita yang masing - masing.

 Aku tau sosok wanita pemimpi dengan sejuta khayalan dalam hidup sepertiku tak pernah punya kesempatan untuk bisa menjadi puncak terdalam didalam hatimu. Aku rindu saat pertama obrolan kita melalui chat semua hal ingin kau ketahui tentangku, rasa penasaranmu itu yang selalu aku rindukan. 

Sangat tersiksa rasanya, merindukamu tanpa kau juga merasakan kerinduan ini. tak banyak yang bisa aku lakukan saat rindu ini datang dan membekukan seluruh tubuhku, aku hanya bisa melakukan rutinitasku yaitu melihat foto kita dan screenshoot sms yang aku simpan rapih dileptopku. 

 Selalu ku baca ulang pesan singkat kita dulu, dari awal kita berkenalan, menjadi sepasang kekasih dan juga saat kita bertengkar hingga memutuskan untuk berjalan masing - masing. rasanya ingin ku putar ulang waktu, inginku mengulang semua apa yang terjadi antara kita dulu. Aku tak meminta sebuah kesempatan kepadamu karena aku tau sosok diriku tidak sangat menarik semua perhatianmu.

Yah, kamu benar Handphone ku memang tak pernah sepi, bahkan setiap harinya aku selalu ditemini dengan pria - pria yang selalu ingin membuatku terseyum dan mereka berjuang untuk mendekatiku, namun tak satupun kutemi sosok sepertimu terasa sangat beda dan tak ada yang membuatku terasa nyaman saat aku mengobrol di chat denganmu. Aku lelah dengan semua sandiwaraku yang sangat mampu hidup tanpamu dihari - hariku. Dan semua nya itu tidak mudah sangat menyiksa.

 Membohogi dan mengelak akan prasaanku kepadamu adalah hal terbodoh yang aku lakukan. Bukan bodoh lebih tepatnya aku hanya tak ingin menyadari semua rasa yang tertinggal ini karena aku tau sebenarnya kau sadar bahkan sangat menyadari bahwa diriku masih sangat menyayangimu, hanya saja kau jadikan aku sebagi rasa balas dendammu terdahulu. Dimana saat kamu menunggu sosok wanita yang kau cintai namun tak pernah memberi kesempatan untuk kau perjuangkan.

 Satu langkah mundur dari kehidupanmu mungkin akan lebih baik untuk merangkai lagi serpihan hatiku yang masih terluka.Berhenti mencari tau tentangmu dari semua sosial media yang kau miliki. Aku cukup merindukanmu, cukup ku pendam semua rasa ini tanpa harus ku publish agar semua orang tau siapa sosok dirimu dan kau masih tetap menjadi orang yang mampu menempati puncak dihatiku.


dari wanita yang selalu kau anggap bocah :) 

Jumat, 25 September 2015

Entah Siapa Dirimu 2..

 Waktu terus berjalan, sosok mu masih sangat menghangat di dalam fikiranku. Kau berhasil membuat ku jatuh hati, hanya sekedar mengagumi, tak ingin ku mendalami perasaan ku ini. Aku tak banyak bermimpi bisa selalu bersamamu, memandangi paras wajah kalem mu itu. meniti inci demi inci pandangan yang aku lihat adalah keindahan matamu. begitu damai hati ini bila memandangi sosokmu.

 Hari Jum'at dan ini adalah jadwal mu datang ke Apotek. Yah, seperti anak ayam yang sedang menunggu induknya untuk diberi makan. tak sabar rasanya ingin melihat sosok mu walau hanya beberapa menit. Ini adalah pertemuan kita yang ke enam kali nya, tak ada kabar darimu entah mengapa sesaat hatiku jadi merasa gelisah, mungkin karna kau ingin memberi ku kejutan dengan datang secara tiba - tiba, Itu sudah menjadi kebiasaanmu.

 Ku lihat jam dinding yang menempel di tembok Apotek, tepat pukul jam 4 sore, sekitar lima menit lagi kamu akan datang. segera mungkin aku merapihkan penampilan ku, sungguh baru kali pertama nya aku merasa gugup, jantung ku berdetak tak beraturan. suhu tubuhku berubah menjadi dingin, seperti awal ku mempertanyakan mu ke Mas Opik yah hal itu menjadikan diriku seakan beku, disekelilingi es batu yang dingin, tak mudah bergerak sama sekali. Padahl sosok mu belum ada di hadapanku.

 Seseorang dengan Motor Beat Putih memarkir kendaraan nya di depan Apotek, aku kenal dengan motor nya namun mengapa bukan sosok mu yang datang ? entah apa yang aku rasakan saat ini sedikit rasa kecewa karna harapan nya telah salah membuat diriku gegana. yah begitulah gambarannya. Ingin rasanya aku menanyakan tentangmu, tapi apalah daya ku. Penakut seperti diriku ini hanya bisa terdiam memendam semua nya perasaan yang tak menentu. 

 Ku layani pengganti dirimu sore ini, rasanya beda tak ada senyumayann sedikit pun dari binirku, Ku bayarkan semua tagihan yang sudah jatuh tempo. Bete, satu kata itu menghancurkan seluruh Mood dalam diriku, mungkin hanya diriku yang terlalu berlebihan menanggapi semua nya, pandanganitu mungkin tak mempunyai arti bagimu. Aku salah menilai rasa ini. 

 Aku putuskan untuk pulang, karna tugas jam ku sudah selesai. Dengan semua prasaan yang ada aku mencoba menguatkan diriku agar tak jatuh air matku, gadis yang baru berusia 18thn ini hanya bisa terdiam, aku terlalu melibatkan prasaanku disetiap kejadian tak mampu memendung air mata ini agar tak jatuh.

 Batinku penuh amarah, sosok didimu yang belum ku kenal seutuhnya mampu membuatku jatuh hati, salahku karna tak ingin terlalu jauh dengan mu bahkan untuk memulai Chat obrolan pun aku tak berani, 

Sabtu, 12 September 2015

Entah Siapa Dirimu..

 "Mbak ada orderan barang ntuk minggu depan ?" salah satu seles distributor obat menawarkan orderan barang nya kepadaku, belum sempat ku jawab tanya nya ia lalu memberikan aku pertanyaan lagi "kalo begitu berapa nomor pin BB kamu mbak?". sontak aku kaget dan tak percaya, masih ada orang yang berani menyakan hal menurut aku itu pribadi.

 "Untuk apa pin BB aku ?? aku kasih pin Mas Opik saja yahh, nanti langsung tanyakan orderan barang ke beliau" ujarku dengan nada kesal. dan lelaki muda itupun kembali menyakan hal yang membuat aku terkejut. "kenapa bukan pin BB nya mbak saja biar lebih gampang, toh Mas Opik juga engga ada kan?". malas dengan sejuta akal bulus nya dia lewat perkataan nya akhir nya ku berikan pin BB ku kepadanya.

  Seperti biasa handphone ku berdering sesekali jika hanya ada SMS dari Operator dan BBM pun hanya dari pesan siaran baru, menyebalkan memang. Setelah aku berpisah dengan Rifky rasanya tak ada gunanya lagi berada dalam dunia yang fana, tapi mau tidak mau harus aku jalanin ini sekuat dan semampu aku untuk bangkit kembali dari keterpurukan. Delapan puluh lima hari tanpa sosok nya lagi membuat aku merasa cukup untuk menyayangi seseorang, Saat aku tau semua apa yang terjadi hati aku semakin Yakin untuk tidak mengenal apa itu Cinta.

  Nada BBM  di HP pun bunyi, ku kira pesan yang tidak penting, isi chat nya nama seseorang yang asing bagiku. Febry ?? hatiku bertanya-tanya sejak kapan ada nama asing dalam kontak ku ?

"Neng ada orderan kah buat saya di Apotek eneng ?"
"oh, belum ada mas"
"Ok, Terimakasih yah"

  Percakapan yang terlalu singkat, tak terlalu membuatku tertarik akan sosok nya. Jum'at sore saat aku ingin pulang kerumah sosok Febry datang ke Apotek. Dia datang dengan sejuta pertanyaan yang ada dalam fikiran ku, senyum nya menggambarkan betapa bahagia nya ia berada dalam Apotek yang sekecil ini, matanya sangat tajam ketika melihat sosok diriku. Dan aku hanya terpaku melihat tingkah nya yang sedikit aneh dan tak wajar.

  Setelah tiga minggu berturut-turut aku sering menjumpainya di Apotek tak sengaja ku beranikan diriku untuk memandang sosok nya lebih dekat, alis nya yang mirip dengan sosok Rifky ada dalam dirinya, senyum dan raut wajah nya kembali mengingatkan aku kepada sosok yang telah mematahkan hati ini, iyah Rifky. Hanya saja Febry lebih terlihat dewasa dan tenang.

  Hampir dua minggu tak ku jumpai sosok Febry di Apotek, dengan rasa penasaran akhir nya ku beranikan diri untuk menanyakan sosok nya "Mas, seles distributor Kimia Farma kalo dateng kapan yah ?" tanya ku ke Mas Opik rekan kerja sekaligus atasan di Apotek. "nanti sore juga dateng, emang nya kenapa ?" aku hanya tersenyum membalas pertanyaan Mas Opik.

  "Tuh seles nya dateng pril" seketika itu pula untuk kali pertama nya aku merasakan hal aneh, entah itu apa rasanya bahagia dalam diri ini yang tak mampu ku ungkapkan membuat diriku diam dan terpaku.
   "ada apa ? Mba mencari saya kah ?" seles itupun melontarkan pertanyaan yang sangat sulit sekali aku jawab dan hanya bisa aku tunjukan dengan gerak tubuh yang tak wajar, aku mengatur emosi dalam tubuh ini agar segera normal, suhu tubuh yang mendadak dingin segera aku sembunyikan dengan sikap yang sok tenang. dan lagi-lagi aku hnaya bisa menjawab dengan gelengan kepala tanpa ada satu patah katapun yang keluar dari mulutku.