Jumat, 25 September 2015

Entah Siapa Dirimu 2..

 Waktu terus berjalan, sosok mu masih sangat menghangat di dalam fikiranku. Kau berhasil membuat ku jatuh hati, hanya sekedar mengagumi, tak ingin ku mendalami perasaan ku ini. Aku tak banyak bermimpi bisa selalu bersamamu, memandangi paras wajah kalem mu itu. meniti inci demi inci pandangan yang aku lihat adalah keindahan matamu. begitu damai hati ini bila memandangi sosokmu.

 Hari Jum'at dan ini adalah jadwal mu datang ke Apotek. Yah, seperti anak ayam yang sedang menunggu induknya untuk diberi makan. tak sabar rasanya ingin melihat sosok mu walau hanya beberapa menit. Ini adalah pertemuan kita yang ke enam kali nya, tak ada kabar darimu entah mengapa sesaat hatiku jadi merasa gelisah, mungkin karna kau ingin memberi ku kejutan dengan datang secara tiba - tiba, Itu sudah menjadi kebiasaanmu.

 Ku lihat jam dinding yang menempel di tembok Apotek, tepat pukul jam 4 sore, sekitar lima menit lagi kamu akan datang. segera mungkin aku merapihkan penampilan ku, sungguh baru kali pertama nya aku merasa gugup, jantung ku berdetak tak beraturan. suhu tubuhku berubah menjadi dingin, seperti awal ku mempertanyakan mu ke Mas Opik yah hal itu menjadikan diriku seakan beku, disekelilingi es batu yang dingin, tak mudah bergerak sama sekali. Padahl sosok mu belum ada di hadapanku.

 Seseorang dengan Motor Beat Putih memarkir kendaraan nya di depan Apotek, aku kenal dengan motor nya namun mengapa bukan sosok mu yang datang ? entah apa yang aku rasakan saat ini sedikit rasa kecewa karna harapan nya telah salah membuat diriku gegana. yah begitulah gambarannya. Ingin rasanya aku menanyakan tentangmu, tapi apalah daya ku. Penakut seperti diriku ini hanya bisa terdiam memendam semua nya perasaan yang tak menentu. 

 Ku layani pengganti dirimu sore ini, rasanya beda tak ada senyumayann sedikit pun dari binirku, Ku bayarkan semua tagihan yang sudah jatuh tempo. Bete, satu kata itu menghancurkan seluruh Mood dalam diriku, mungkin hanya diriku yang terlalu berlebihan menanggapi semua nya, pandanganitu mungkin tak mempunyai arti bagimu. Aku salah menilai rasa ini. 

 Aku putuskan untuk pulang, karna tugas jam ku sudah selesai. Dengan semua prasaan yang ada aku mencoba menguatkan diriku agar tak jatuh air matku, gadis yang baru berusia 18thn ini hanya bisa terdiam, aku terlalu melibatkan prasaanku disetiap kejadian tak mampu memendung air mata ini agar tak jatuh.

 Batinku penuh amarah, sosok didimu yang belum ku kenal seutuhnya mampu membuatku jatuh hati, salahku karna tak ingin terlalu jauh dengan mu bahkan untuk memulai Chat obrolan pun aku tak berani, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar