Selasa, 13 Oktober 2015

Dear Mba'e

 Hari ini adalah terahir kalinya kita bertatap muka, bercerita tentang kehidupan, tertawa bahkan menangis sekalipun. Setelah kurang lebih tiga bulan mengenal satu sama lain, karakter masing - masing bahkan mengetahui cerita kehidupan satu sama lain. "helo, siapa nama mu?" itu pertama kali nya perkenalan kita. Aku membalas jabatan tanganmu ketika kamu menyanyakan siapa namaku.
 
 Wanita dewasa dengan logot jawa kromo yang begitu melekat, adalah kamu Mba Siti Nur Wahida. Dengan beground Lulusan D4 Kebidanan, yang menambah suasana di dalam apotek semakin berwarna. Aku masih ingat saat kamu menceritakan kehidupanmu, yang berasal dari Cilacap. Lambat laun kita semakin dekat. Seperti tak ada lagi sekat dan jarak yang mambuat kita menjaga nama satu sama lain.

 Kebiasaanmu adalah menelfon Mas Satria yang tak lain adalah calon suami mu, kamu tau mba aku sangat iri melihat kalian berdua, Mba yang begitu keras dengan watak nya mampu luluh ketika Mas Satria yang memnghadapi nya. Kamu bukan lah orang yang sombong meski latar belakang keluarga Mba dari kalangan terhormat namun kamu mampu berbaur dan bergaul tanpa melihat fisik maupun materi.

 Melihat film India di tv sampe nangis dengan sendiri nya termasuk salah satu kebiasaan mu. "aku engga bisa kalo ngeliat film sedih engga nangis tuh, jadi kadang males kalo nonton tv ada peran yang sering di tindas" itu katamu. Bagiku kamu itu unik mba. Kamu selalu membuat suasana tegang menjadi santai dan penuh tawa.

 Meski kadang ngomel - ngomel karena hp mu yang lemot, Hobby menonton tv dengan gonta ganti chanel, bahkan sampe masalah makan pun aku dan kamu sering berantem sebelum memutuskan makan apa kita hari ini? "Aku kalo nurutin kamu pusing, dan kamu kalo nurutin akupun ikut pusing. Jadi mau nya gimana, kita mau makan apa?" itu yang selalu kamu katakan ketika aku sedang lapar - lapar nya namun kau begitu santai menghadapi ku yang sudah kelaparan.Melewati Ramadhan dengan orang seperti Mba, aku sangat bersyukur karena Mba selalu bisa menjadi panutan dan orang tua kedua ketika aku dan Onyet di Apotek.

 Aku sangat berimakasih kepada Tuhan dan aku sangat bersyukur di pertemukan dengan orang seperti mba, di awal kehidupan ku yang baru aku bertemu dengan orang sehebat mba. Banyak hal yang bisa aku jadi kan pelajaran ketika mendengarkan semua cerita kehidupan mu. Terimakasih mba sudah hadir dalam hidup ku, terimakasih karena Mba selalu menasehati aku ketika aku nangis hanya karna Rizky. Terimakasih Mba selalu memberikan solusi ketika aku sedang ada masalah.

 Setiap pertemuan semua sudah di atur oleh Tuhan, dan setiap pertemuan pula pasti ada yang nama nya perpisahan. Entahlah engga ada nya kamu nanti akan seperti apa jadi nya aku. Seperti itik yang kehilangan induk nya mungkin. Tak ada lagi orang yang mengomeli ku ketika aku masih saja mengingat Rizky. Tak lagi ada orang yang mendengarkan cerita - cerita konyol ku. Tak lagi ada orang yang meledek ku dengan kalimat "buka pintu nya, Feby".

 Feby, cukup aku, kamu dan orang seisi Apotek lah yang tau kejadian itu. bagi ku cukup hanya Feby yang akan menjadi bahan lawakan serta tawaan ketika hening menyergap. Mba, jangan lupain kita disini yah. Aku bakal berenti untuk mengenang Rizky, cerita -cerita ku dengan Rizky lambat laun akan aku tutup dan aku akan kembali berjalan melihat dunia ku yang baru.

 Masalah Cinta, Mba benar "ngapain kamu masih mikirin Rizky kalo dia pun engga pernah peduli sama kamu, harus nya kamu buktiin ke dia hidup kamu jauh lebih bahagia dan sehat wal'afiat, Cinta itu saling membutuhkan bukan saling di butuhkan. kamu perjuangin dia tapi dia asyik mencari yang lebih dari kamu? dia itu bukan orang yang pandai bersyukur. Lupakan dia anggap lah mimpi buruk karena telah mengenal nya" 

 "halah kamu ini, mboya aku bosen denger cerita kamu yang nangis karena cowok itu lagi, nanti sek tak kenalkan sama tentara" aku selalu tersenyum dan seakan kesedihan pun serasa hilang ketika Mba bicara hal itu. Penghibur hati ketika aku menceritakan kegagalan ku dalam menjalani sebuah hubungan. Itu membuat aku trauma, belum siap menata hatiku dan belum siap untuk kembali terpuruk.

 Mba, baik - baik di Sidoarjo ya.. Jangan lupain aku. Mba harus belajar ngekost dan hidup dengan kesederhanaan. Aku nyaman Mba ada di Apotek Terimakasih untuk semuanya. See You Again Nona Idha :*

dari gadis yang baru memulai kehidupan nya. Depril

Selasa, 29 September 2015

Aku Merindukanmu

 ku jatuhkan tubuhku keranjang tempat tidur, rasa lelah sangat terasa hari ini. aku menghela nafas sejenak sosok dirimu kembali ku ingat. kau tahu ? aku merindukan sosok sepertimu, Setelah tiga bulan lama nya saat perpisahan kita. yah mungkin kau terlalu enggan melihat tulisanku yang menyebutkan kau dan aku menjadi 'kita'. Bagaimana keadaanmu sekarang ? apa kau bahagia dengan wanitamu saat ini ? yah mungkin sosok sepertimu sangat bersyukur dengan cara kita yang masing - masing.

 Aku tau sosok wanita pemimpi dengan sejuta khayalan dalam hidup sepertiku tak pernah punya kesempatan untuk bisa menjadi puncak terdalam didalam hatimu. Aku rindu saat pertama obrolan kita melalui chat semua hal ingin kau ketahui tentangku, rasa penasaranmu itu yang selalu aku rindukan. 

Sangat tersiksa rasanya, merindukamu tanpa kau juga merasakan kerinduan ini. tak banyak yang bisa aku lakukan saat rindu ini datang dan membekukan seluruh tubuhku, aku hanya bisa melakukan rutinitasku yaitu melihat foto kita dan screenshoot sms yang aku simpan rapih dileptopku. 

 Selalu ku baca ulang pesan singkat kita dulu, dari awal kita berkenalan, menjadi sepasang kekasih dan juga saat kita bertengkar hingga memutuskan untuk berjalan masing - masing. rasanya ingin ku putar ulang waktu, inginku mengulang semua apa yang terjadi antara kita dulu. Aku tak meminta sebuah kesempatan kepadamu karena aku tau sosok diriku tidak sangat menarik semua perhatianmu.

Yah, kamu benar Handphone ku memang tak pernah sepi, bahkan setiap harinya aku selalu ditemini dengan pria - pria yang selalu ingin membuatku terseyum dan mereka berjuang untuk mendekatiku, namun tak satupun kutemi sosok sepertimu terasa sangat beda dan tak ada yang membuatku terasa nyaman saat aku mengobrol di chat denganmu. Aku lelah dengan semua sandiwaraku yang sangat mampu hidup tanpamu dihari - hariku. Dan semua nya itu tidak mudah sangat menyiksa.

 Membohogi dan mengelak akan prasaanku kepadamu adalah hal terbodoh yang aku lakukan. Bukan bodoh lebih tepatnya aku hanya tak ingin menyadari semua rasa yang tertinggal ini karena aku tau sebenarnya kau sadar bahkan sangat menyadari bahwa diriku masih sangat menyayangimu, hanya saja kau jadikan aku sebagi rasa balas dendammu terdahulu. Dimana saat kamu menunggu sosok wanita yang kau cintai namun tak pernah memberi kesempatan untuk kau perjuangkan.

 Satu langkah mundur dari kehidupanmu mungkin akan lebih baik untuk merangkai lagi serpihan hatiku yang masih terluka.Berhenti mencari tau tentangmu dari semua sosial media yang kau miliki. Aku cukup merindukanmu, cukup ku pendam semua rasa ini tanpa harus ku publish agar semua orang tau siapa sosok dirimu dan kau masih tetap menjadi orang yang mampu menempati puncak dihatiku.


dari wanita yang selalu kau anggap bocah :) 

Jumat, 25 September 2015

Entah Siapa Dirimu 2..

 Waktu terus berjalan, sosok mu masih sangat menghangat di dalam fikiranku. Kau berhasil membuat ku jatuh hati, hanya sekedar mengagumi, tak ingin ku mendalami perasaan ku ini. Aku tak banyak bermimpi bisa selalu bersamamu, memandangi paras wajah kalem mu itu. meniti inci demi inci pandangan yang aku lihat adalah keindahan matamu. begitu damai hati ini bila memandangi sosokmu.

 Hari Jum'at dan ini adalah jadwal mu datang ke Apotek. Yah, seperti anak ayam yang sedang menunggu induknya untuk diberi makan. tak sabar rasanya ingin melihat sosok mu walau hanya beberapa menit. Ini adalah pertemuan kita yang ke enam kali nya, tak ada kabar darimu entah mengapa sesaat hatiku jadi merasa gelisah, mungkin karna kau ingin memberi ku kejutan dengan datang secara tiba - tiba, Itu sudah menjadi kebiasaanmu.

 Ku lihat jam dinding yang menempel di tembok Apotek, tepat pukul jam 4 sore, sekitar lima menit lagi kamu akan datang. segera mungkin aku merapihkan penampilan ku, sungguh baru kali pertama nya aku merasa gugup, jantung ku berdetak tak beraturan. suhu tubuhku berubah menjadi dingin, seperti awal ku mempertanyakan mu ke Mas Opik yah hal itu menjadikan diriku seakan beku, disekelilingi es batu yang dingin, tak mudah bergerak sama sekali. Padahl sosok mu belum ada di hadapanku.

 Seseorang dengan Motor Beat Putih memarkir kendaraan nya di depan Apotek, aku kenal dengan motor nya namun mengapa bukan sosok mu yang datang ? entah apa yang aku rasakan saat ini sedikit rasa kecewa karna harapan nya telah salah membuat diriku gegana. yah begitulah gambarannya. Ingin rasanya aku menanyakan tentangmu, tapi apalah daya ku. Penakut seperti diriku ini hanya bisa terdiam memendam semua nya perasaan yang tak menentu. 

 Ku layani pengganti dirimu sore ini, rasanya beda tak ada senyumayann sedikit pun dari binirku, Ku bayarkan semua tagihan yang sudah jatuh tempo. Bete, satu kata itu menghancurkan seluruh Mood dalam diriku, mungkin hanya diriku yang terlalu berlebihan menanggapi semua nya, pandanganitu mungkin tak mempunyai arti bagimu. Aku salah menilai rasa ini. 

 Aku putuskan untuk pulang, karna tugas jam ku sudah selesai. Dengan semua prasaan yang ada aku mencoba menguatkan diriku agar tak jatuh air matku, gadis yang baru berusia 18thn ini hanya bisa terdiam, aku terlalu melibatkan prasaanku disetiap kejadian tak mampu memendung air mata ini agar tak jatuh.

 Batinku penuh amarah, sosok didimu yang belum ku kenal seutuhnya mampu membuatku jatuh hati, salahku karna tak ingin terlalu jauh dengan mu bahkan untuk memulai Chat obrolan pun aku tak berani, 

Sabtu, 12 September 2015

Entah Siapa Dirimu..

 "Mbak ada orderan barang ntuk minggu depan ?" salah satu seles distributor obat menawarkan orderan barang nya kepadaku, belum sempat ku jawab tanya nya ia lalu memberikan aku pertanyaan lagi "kalo begitu berapa nomor pin BB kamu mbak?". sontak aku kaget dan tak percaya, masih ada orang yang berani menyakan hal menurut aku itu pribadi.

 "Untuk apa pin BB aku ?? aku kasih pin Mas Opik saja yahh, nanti langsung tanyakan orderan barang ke beliau" ujarku dengan nada kesal. dan lelaki muda itupun kembali menyakan hal yang membuat aku terkejut. "kenapa bukan pin BB nya mbak saja biar lebih gampang, toh Mas Opik juga engga ada kan?". malas dengan sejuta akal bulus nya dia lewat perkataan nya akhir nya ku berikan pin BB ku kepadanya.

  Seperti biasa handphone ku berdering sesekali jika hanya ada SMS dari Operator dan BBM pun hanya dari pesan siaran baru, menyebalkan memang. Setelah aku berpisah dengan Rifky rasanya tak ada gunanya lagi berada dalam dunia yang fana, tapi mau tidak mau harus aku jalanin ini sekuat dan semampu aku untuk bangkit kembali dari keterpurukan. Delapan puluh lima hari tanpa sosok nya lagi membuat aku merasa cukup untuk menyayangi seseorang, Saat aku tau semua apa yang terjadi hati aku semakin Yakin untuk tidak mengenal apa itu Cinta.

  Nada BBM  di HP pun bunyi, ku kira pesan yang tidak penting, isi chat nya nama seseorang yang asing bagiku. Febry ?? hatiku bertanya-tanya sejak kapan ada nama asing dalam kontak ku ?

"Neng ada orderan kah buat saya di Apotek eneng ?"
"oh, belum ada mas"
"Ok, Terimakasih yah"

  Percakapan yang terlalu singkat, tak terlalu membuatku tertarik akan sosok nya. Jum'at sore saat aku ingin pulang kerumah sosok Febry datang ke Apotek. Dia datang dengan sejuta pertanyaan yang ada dalam fikiran ku, senyum nya menggambarkan betapa bahagia nya ia berada dalam Apotek yang sekecil ini, matanya sangat tajam ketika melihat sosok diriku. Dan aku hanya terpaku melihat tingkah nya yang sedikit aneh dan tak wajar.

  Setelah tiga minggu berturut-turut aku sering menjumpainya di Apotek tak sengaja ku beranikan diriku untuk memandang sosok nya lebih dekat, alis nya yang mirip dengan sosok Rifky ada dalam dirinya, senyum dan raut wajah nya kembali mengingatkan aku kepada sosok yang telah mematahkan hati ini, iyah Rifky. Hanya saja Febry lebih terlihat dewasa dan tenang.

  Hampir dua minggu tak ku jumpai sosok Febry di Apotek, dengan rasa penasaran akhir nya ku beranikan diri untuk menanyakan sosok nya "Mas, seles distributor Kimia Farma kalo dateng kapan yah ?" tanya ku ke Mas Opik rekan kerja sekaligus atasan di Apotek. "nanti sore juga dateng, emang nya kenapa ?" aku hanya tersenyum membalas pertanyaan Mas Opik.

  "Tuh seles nya dateng pril" seketika itu pula untuk kali pertama nya aku merasakan hal aneh, entah itu apa rasanya bahagia dalam diri ini yang tak mampu ku ungkapkan membuat diriku diam dan terpaku.
   "ada apa ? Mba mencari saya kah ?" seles itupun melontarkan pertanyaan yang sangat sulit sekali aku jawab dan hanya bisa aku tunjukan dengan gerak tubuh yang tak wajar, aku mengatur emosi dalam tubuh ini agar segera normal, suhu tubuh yang mendadak dingin segera aku sembunyikan dengan sikap yang sok tenang. dan lagi-lagi aku hnaya bisa menjawab dengan gelengan kepala tanpa ada satu patah katapun yang keluar dari mulutku.

Jumat, 21 Agustus 2015

Bukan Diriku

 Hei, apa kabar ? enam puluh hari tanpamu terasa ada yang aneh didunia ku, enam puluh hari kita tak saling kenal beda yah, apa beda nya ? entahlah.. hidupku tak senormal dulu, dulu saat aku masih mengenal sosokmu yang hangat, sosokmu yang lembut dan sosok yang aku rindukan bisa menjadi inspirasi dalam hidupku.

 entah apa yang akan aku tulis didalam sebuah cerita yang sulit untuk aku mengerti, aku seakan berada dalam perangkap tikus yang telah siap menjeratku kapanpun aku lengah. Dunia terasa tak memihakku, semua yang aku rasakan begitu sulit untuk aku terima dengan lapang dada.

 pagi ini, ku putuskan untuk pulang ke Indramayu, kulihat sekelilingku sedang memeperhatikan sosok diriku yang penuh dengan kecaman, duduk menyendiri di sudut bangku yang sempit dan pengap. ku alihkan pandangan mataku keluar jendela mobil, aku sedang mempersiapkan hati ini tuk bisa menerima kepergianmu yang mungkin sangat mustahil untuk kembali.

 Handsate yang menempel ditelingaku seakan menjadi pelengkap perjalanan yang penuh dengan rasa getir, yah sebuah lagu Ellie Goulding dengan judul Love Me Like You Do kembali memngingatkanku pada sosok dirimu, sepintas aku teringat saat kita menonton film Fifty Shades Of Grey aku memanja bersandar dibahumu, yang lalu kau mengelus kepala ku dengan sentuhan manja. aku rindu saat moment seperti itu,

 Andai kau tau, aku tak sekedar menggilai ketulusanmu itu, aku tak sekedar menikmati drama yang kau ciptakan untukku, entah apa yang terjadi. entah apa awalnya, sekali lagi aku merasa dunia tak adil. aku hanyalah seorang gadis yang masih meraba-raba apa itu Cinta apa harus ku terima kenyataan yang menurutku ini diluar yang aku harapkan.

  "aku engga ngerti apa itu Cinta, dan aku cuman iseng sama kamu kalo emang aku sreg ya aku jalanin tapi kalo engga buat apa dipertahananin" kalimat itu yang selalu aku ingat dari mulutmu, ketika aku mengetahui semuanya. sungguh seperti raja hutan yang mencabik;cabik mangsanya dan aku adalah korban dari permainan hatinya. "untuk apa kamu melakukan semua ini ?" . batinku berontak, aku seperti mayat hidup, duniaku ada tapi tak nyata.

 "aku melakukan untuk balas dendam atas rasa sakit yang pernah aku alami, aku capek disakitin, ku buktikan aku lain dari kemarin"
 "dan kamu berhasil menyakiti hati seseorang Tn,Rifky!"
 "iya aku memang berhasil dari dulu, kamu baru tau yah aku kaya gini ? kaget ?! makanya engga usah terlalu serius dengan prasaan"
 perdebatan itu masih sangat aku ingat, dan aku selalu gagal untuk bisa membencimu, sekedar tuk menghilangkan rasa yang sukses kau ciptakanpun aku tak mampu.

 apa salahku ?? semua ini kau lakukan demi kepuasan dari egomu, semua wanita kau anggap mainanmu. kecuali "bidadari yang turun dari langit jika tersenyum dunia terasa berhenti berputar" ialah sosok orang yang sampai saat ini kau cintai, ialah sosok orang dimasalalu yang masih kau kagumi dan masih kau tuggu sampai saat nya kalian bisa tuk bersatu.

 Bukan diriku, aku bahkan aku sangat sadar Cinta itu engga bisa dipaksain, Cinta engga harus menuntut banyak hal, bukan diriku yang selalu kau puja, bukan diriku yang selalu kau kagumi dan kau gilai dengan sepenuh jiwamu. bukandiriku


Sabtu, 20 Juni 2015

Cinta Yang Terlalu Dewasa

 
   Malam ini di kota yang kecil namun banyak dikenali nama nya, aku trus mencari kenyaman hati ini tuk bisa sejenak melupakan apa yang menjadi beban dalam fikiranku, 5 hari sudah ponsel ku seperti mayat hidup.
  
  Tak ada pesan yang aku terima darimu, tak ada lagi sapaan manis yang kau ucapkan kepadaku. hal itu terulang lagi, kejadian yang sama membuat aku tak bisa berfikir. Aku mengirim pesan singkat berisikan "aku capek putusin aku".
   
   Aku terkejut saat kau membalas dengan tanpa rasa peduli "dan yadah siiy pergi silahkan pergi". tubuhku langsung melemas entah apa yang akan aku lakukan selanjutnya, dan kita PUTUS.

    Entah apa yang ada difikiran nya, dengan mudah nya kau hilang respect padaku, sekilas semua memang tak adil, aku berusaha menjadi apa yang kau mau. kau tau ? menjadi orang lain yang kau harapkan adalah hal tersulit. karna aku bukan lah diriku yang sebenarnya.

    Kau pernah bilang "Hubungan ini yang bisa saya berikan" aku berusaha menikmati peran ku, dimana aku harus menjadi sosok dalam masalalu nya. Adil kah ? ini demi Cinta, adakah sebuah Cinta yang tak mau menerima orang yang ia Cintai nya dengan apa adanya ?

     Oh tidak Cinta memang ada apanya, dari situlah kita bisa menerima dengan apa adanya. kaimat yang sulit aku mengerti. kau tau tersiksanya menjadi orang lain ? aku memang ingin bebas tapi bukan bebarti hubungan ini.
   
     Aku akui aku yang memulai mangucapkan kata itu, tapi sadarlah aku hanya ingin kau menahan ku untuk pergi, bukan membiarkan aku tuk pergi.

   perjuangan ku sia-sia, aku berusaha merubah diriku menjadi apa yang kau mau, aku gagal menepati janji ku untuk tetap menjaga mu agar tak lagi pergi karna kesalahan ku. namun rasanya aku menyerah dengan semua keadaan saat ini.

  Komintmen itu apabila aku merasa capek ingin pergi tolong tahan aku agar aku tetap disini, dan itu tak seindah yang aku bayangkan, dia memutuskan ku dan menganggap ku teman biasa.

 Aku tau teman biasa dalam kehidupan mu akan selama nya menjadi teman, tak akan bisa kembali menjadi seseorang yang memiliki hatimu.

  Aku terlalu cemburu yang iri dengan masalalu, yang selalu kau puja, selalu kau berikan yang terbaik, salalu kau banggakan, bahkan mungkin sampai saat ini hatimu masih untuk nya.

   Buktinya kau mampu bertahan lama dengan masalalu yang mengulangi kesalahan yang sama namun dengan ku seakan semua salahku, kau jadikan aku pelampiasan atas rasa sakit hatimu.

  Aku bukan boneka mu yang disaat kau butuh datang dan minta ku temani, bukan kah aku ini seseorang yang kamu sayang?? entah mengapa bahkan sampai saat ini aku merasa kau tak memiliki hati yang tulus, bagaimana tidak ? aku selalu tak dipedulikan olehmu.

 Kau tau ? tak mudah menjadi diriku untuk menjadi yang terbaik, namun semua dipandang sebelah mata olehmu. Kau tau ? kau begitu berharga bagiku, aku terlalu menyayangi sosok yang begitu tak memperdulikan pasangan nya,

  Kau tau ? hanya mengharapkan sebuah kata "aku sayang kamu" dengan cara yang terluka. Apa aku harus merasakan sakit agar aku dapat merasakan Cinta darimu ? Aku terlalu memujamu, membanggakanmu, bahkan aku terlihat bodoh masih berharap kau pedulikan aku.

 Sungguh sesak hati ini, dengan mudah nya kau membiarkan aku pergi, kau bilang aku tak pantas untuk diperjuangkan, lalu apa yang akan kau perjuangkan ? sedangkan aku ? aku yang berusaha sendiri mempertahankanmu, hanya Demi aku bisa bersamamu aku korban diriku yang sebenarnya, bukan kah itu tersiksa ? kau pernah merasakan sulit nya menjadi orang lain kan ? tersiksa dan rasa ingin bebas, sekarang setelah aku terbiasa dengan komitment yang kau mau, mau membiarkan aku pergi begitu saja ??

  Ini tak adil, dan dengan mudah nya kau menghilangkan prasaan mu terhadapku ?? ini kah Cinta yang terlalu dewasa ?

Kamis, 18 Juni 2015

Perkenalan Singkat

MEMORI KITA

   Pagi tadi aku membuka mata dengan perasaan kosong, ku tatap langit-langit kamar yang terasa makin kosong dan dingin nya pagi itu menambah bekunya suasana saat itu. Ponselku bordering ku periksa semua pesan disana, tak ada pesan darimu. Sejak kau memutuskan untuk mengakhiri semuanya, dengan sisa tenaga aku bercermin.

   Ku pandangi wajah kusut dan kalut nya diriku menangisimu semalaman. Aku berusaha tak mengingatmu namun kejadian semalam seakan menjadi mimpi buruk yang ingin segera aku akhiri, pakaian pun sudah rapih aku melanjutkan rutinitas ku di Apotek. Sungguh semua nya menyiksa perasaan ku, bahkan aku duduk termurung sendiri di ruangan dengan penuh berbagai macam obat tuk menyembuhkan rasa sakit, yah andai saja ada obat penawar rasa sakit hati, mungkin akan aku tinggikan dosis nya agar aku cepat pulih kembali.

  Sejenak aku mengingat tentang kita, awal tahun yang indah walaupun sederhana dan mungkin kebahagiaan dimalam itu tak sempurna, perkenalan yang sangat singkat. Ingat kah saat aku pertama chat kamu melalui BBM ? dan ketika kamu menyukai semua aktivitas beranda di Facebook ku ? dengan rasa penasaran dan sedikit risih dengan kepo nya kamu itu aku pun berbalik ingin tahu siapa kamu. Dinar Rifky Alfiansyah, nama yang tak asing dan nama itu ada dalam daftar contact BBM ku, dengan penuh rasa penasaran aku beranikan untuk chat obrolan denganmu, “kaka itu yang nama FB nya Dinar Rifky Alfiansyah kan ?” lucu yaa itu pertama kali nya aku beranikan diri untuk mengenal orang lain yang sebelum nya belum pernah aku kenal.

  Dari perkenalan spontan itu lah kamu sering mengomentari personal massage yang aku tulis, dan pada saat itu aku yang sedang melow karna kekasih ku yang kembali ke masalalu nya, dan kamu datang bagaikan pelangi yang ingin mewarnai hari-hariku. Aku bukan wanita yang mudah jatuh cinta, dan begitupun kamu sebaliknya. Kita memiliki masalalu yang sama itu katamu.

  Sampai suatu ketika aku dan kamu pun bercerita tentang kelam nya kisah percintaan yang berakhir tragis, menyakitkan namun sulit untuk dilupakan. Ingatkah ini ? “Pindah ke hati lain itu sama aja kaya kita pindah rumah, yang baik nya di bawa kepasangan yang baru dan yang bikin nyesek kita tinggalin jangan kita bawa kepasangan yang baru, karna suatu hubungan itu layak nya rumah harus bisa bikin kita nyaman dan betah didalam nya, begitu pun suatu hubungan, makanya engga gampang buat nyari yang bener-bener bisa bikin nyaman”.

  Dari pesan singkat itu yang membuat aku berfikir, ternyata masih ada cowok yang susah move on dari masalalu nya, dan itu membuat aku merasa kalo kita punya masalalu yang sama, yaitu lelah dengan kejadian yang sering keulang dengan ending yang udah bisa kebaca.

  Malam pergantian tahun segera tiba, dengan bingung entah dengan siapa aku merayakan nya, hal spele yang aku tulis dalam Personal Massege bbm “Malam tahun baruan nya cukup depan rumah nyetel kembang api dan gitar-gitaran, tapi entah sama siapa” lalu kamu mengomentari nya dangan jawaban “boleh engga kaka temenin ?” dengan penuh rasa kegembiraan namun tak ingin segera aku ungkapkan aku meyaqini terlebih dahulu ajakan nya dengan basa basi “memang nya kaka engga ada acara ?” tanpa basa basi kamu menjawab “engga, itu juga kalo boleh kaka temenin”.

  Sempat tidak mempercayai nya, setelah aku kirim kan alamat rumah ku, dan kita janjian pukul 22.00 WIB. Kulihat ponselku masih belum ada kabar tentang kepastian jadi atau tidak nya, setelah satu jam dari waktu yang telah ditentukan, akhirnya kamu datang kerumah walaupun sempat nyasar ke rumah orang hihihi Gelap nya malam yang hanya diterangi oleh sinar bintang aku memandangi mu dengan penuh rasa penasaran dalam hati aku berkata ini kah orang nya, sosok yang belum pernah aku tau asal usul nya, dan akupun belum tau kepribadian nya, namun aku merayakan pergantian tahun ini dengan orang yang baru aku kenal.

  Gugup dan salah tingkah aku didepanmu, dengan sikap santai nya kamu mebuat aku semakin bingung harus berkata apa utnuk memulai nya, “eemmmm kaka engga ada acara sama temen-temen emang nya ?” ku beranikan diri untuk mengawali obrolan kita, “kalo ada engga mungkin kaka ada disini” jawaban mu dengan santainya, dan aku berasa mati kutu harus bertanya apalagi. Ku ambil gitar dari dalam kamarku, dan lalu aku serahkan kepadamu.

  Dan aku meminta kamu untuk menyanyikan sebuah lagu, namun kamu asyik dengan gitar ditangan mu itu. Sampai akhir nya kamu menyanyikan sebuah lagu yang asing dan itupun baru aku kenal. “Lagu siapa ka ?” tanya ku kepada mu dan lalu kau menjawab “masa engga tau ? ituloh lagu nya Killing Me Inside – kau dan aku berbeda” aku cukup tau dengan nama band penyanyi itu akupun penasaran “emang ada yah ?” dengan santai kamu menjawab “download aja kalo penasaran sama lagu nya mah”.

  Tak terasa malam pergantian Tahun pun tiba, kamu menyalakan kembang api dengan rasa tak percaya diri, cuaca sekitika berubah menjadi mendung gerimis mungkin dewi fortuna tak berpihak kepada kita, aku memaksamu untuk pergi jalan kaki menuju dermaga. Walaupun pulang dengan harapan yang tak sesuai karna aku dan kamu hanya menyaksikan konfoi anak pacarn dan anak muda.

  1 Januari 2015 dengan penuh harapan dan hari yang baru aku berusaha melupakan kisah kelam masalalu ku berharap awal tahun ini dapat membuat ku lebih merasa di cintai.
Rasa nya tak lengkap bila liburan berdiam diri dirumah, andai saja ada yang mengajak ku nonton. Seperti biasa aku menulis keinginan ku itu di Personal Masssege BBM tanpa ku duga nampak nya sudah menjadi rutinitasmu untuk mengomentari setiap hal yang aku rasakan, dan kamu mengajakku nonton, ku kira ajakan mu itu hanya candaan yang spontan untuk mebuat hatiku berbunga, namun lagi-lagi kamu melakukan hal yang salah dengan dugaanku.

  Film yang pertama kita tonton waktu itu Merry Riana salah satu film motivator dalam mewujudkan mimpinya, namun disamping itu juga film itu menyimpan sebuah kata yang unik. Ku pandangi wajahmu dari kedekatan sesekali mata ini tak ingin mengalihkan pandangan ku kepadamu, dengan penuh rasa tanya ku nikmati keberadaan disampingmu.

  Selesai nonton ketika kita mau pulang hujan mengguyur suasana sore di kota Cirebon waktu itu, dengan bingung, cemas dan rasa takut Mamah marah kepadaku karna hari mulai sore akhirnya kita menunggu sampai hujan reda, lucu nya kita menunggu dengan keluar masuk mall. Senja pun tiba berganti dengan gelap nya malam yang tanpa bintang karna rintik hujan yang belum juga kunjung berhenti, aku semakin cemas entah akan jadi apa aku setelah pulang ini, ponsel ku tak berhenti berdering, telfon masuk dan sms dari Mamah berdatangan. Tanpa fikir panjang aku meminjam ponselmu untuk membalas pesan dari Mamah.

  Dengan curah hujan yang tak kunjung henti akhirnya kita nekat pulang, derasnya hujan membuat ku terpaksa tuk berlindung balik dibadan nya ditengah perjalanan hati ku sesaat merasa tenang berada dalam dekapan nya. Entah apa ini tapi tak ingin aku jelaskan untuk saat ini. Yang aku ingat diperjalanan ketika pulang adalah tatapan mu menatap mataku dengan sangat dekat, dan aku merasa sangat takut depan tatapan itu, entah apa yang aku takutkan seakan semua nya itu hanya semu.

  Sesampainya dirumah Mamah langsung marah padaku, dan aku tak tau apa yang Mamah lakukan dengan nomor telefon mu yang sempat aku pakai untuk sms Mamah, semoga kau tak mendapatkan perkataan yang kasar dari Mamah.

  Hari trus berlalu, begitupun aku dan kamu yang semakin dekat sedikit ada rasa namun tak ingin aku katakana, sungguh sulit tuk mengungkapkan, aku anggap itu hanya sesaat sebagi pelipur hati ku yang kalut sebelumnya, sebelum kamu hadir dikehidupanku. Jarak yang membuat ku tak Yaqin bila didalam hatimu pun menyimpan rasa yang sama, tidak!aku tak ingin mengharapkan nya, dan kode itu, aku takut dia engga peka. Ahh sudahlah biarkan!! Ponsel ku bordering, telfon masuk dengan nomor yang asing. “Hallo pril, ini kaka” ya Tuhan Rifky menelfon ku, entah harus apa dan bagaimana aku berbicara dengan nya. Agak lama aku bercanda ditelfon dan kita mulai berbicara dengan serius.

  Aku masih ingat ketika kamu mengatakan “cinta itu tak butuh waktu yang terlalu lama untuk saling mengenal karna seiring berjalan nya waktu itu adalah proses ketika kita mengenal satu sama lain, So See How Much I Love You” “See How Much I Love You atau I Like You ?” jawab ku dengan rasa bercanda, aku tak percaya kamu mengatakan hal itu dengan arti “Lihatlah betapa aku mencintaimu” secepat itukah datang nya cinta ? entahlah aku masih menganggap semua hal itu candaan nya. “See How Much I Love You pril, ehh serius engga becanda Yaqin” “ahh kaka engga lucu udah ahh” “Kita jadian yuk?”

  Dan aku hanya bisa berdiam seakan menjadi pendengar gurauan nya, entah percaya atau tidak, aku akui aku menyukaimu tapi untuk pembuktian nya apa harus melalui telfon ?? “pril kenapa jadi pendiem ? kaka salah ngomong yah, yadah deh kalo emang kamu mau nya langsung tapi kaka engga tau kapan pulang dan bisa ngomong langsung” “aee aaeee kaka serius ? kita belum lama kenal dan aku baru tau kaka” “aduhh udah engga usah dibahas lagi, becanda koq becandaa ehh tapi kata SHMILY itu serius, untuk masalah kita barengkalo emang kamu mau kaka ngomong langsung ya udah nanti kaka ngomong langsung” “See How Much I Love You To Ka” “Really? Jadi kita ?” “ iyah ka” Aku seperti anak kecil yang baru mengenal Cinta, entah apa itu yang aku rasakan tapi ini membuat aku merasa bahagia, semua tentang kamu dari mulai kita kenal sampai sekarang aku merasa sangat bahagia