MEMORI KITA
Pagi tadi aku membuka mata dengan perasaan kosong, ku tatap langit-langit kamar yang terasa makin kosong dan dingin nya pagi itu menambah bekunya suasana saat itu. Ponselku bordering ku periksa semua pesan disana, tak ada pesan darimu. Sejak kau memutuskan untuk mengakhiri semuanya, dengan sisa tenaga aku bercermin.
Ku pandangi wajah kusut dan kalut nya diriku menangisimu semalaman.
Aku berusaha tak mengingatmu namun kejadian semalam seakan menjadi mimpi buruk yang ingin segera aku akhiri, pakaian pun sudah rapih aku melanjutkan rutinitas ku di Apotek. Sungguh semua nya menyiksa perasaan ku, bahkan aku duduk termurung sendiri di ruangan dengan penuh berbagai macam obat tuk menyembuhkan rasa sakit, yah andai saja ada obat penawar rasa sakit hati, mungkin akan aku tinggikan dosis nya agar aku cepat pulih kembali.
Sejenak aku mengingat tentang kita, awal tahun yang indah walaupun sederhana dan mungkin kebahagiaan dimalam itu tak sempurna, perkenalan yang sangat singkat. Ingat kah saat aku pertama chat kamu melalui BBM ? dan ketika kamu menyukai semua aktivitas beranda di Facebook ku ? dengan rasa penasaran dan sedikit risih dengan kepo nya kamu itu aku pun berbalik ingin tahu siapa kamu. Dinar Rifky Alfiansyah, nama yang tak asing dan nama itu ada dalam daftar contact BBM ku, dengan penuh rasa penasaran aku beranikan untuk chat obrolan denganmu, “kaka itu yang nama FB nya Dinar Rifky Alfiansyah kan ?” lucu yaa itu pertama kali nya aku beranikan diri untuk mengenal orang lain yang sebelum nya belum pernah aku kenal.
Dari perkenalan spontan itu lah kamu sering mengomentari personal massage yang aku tulis, dan pada saat itu aku yang sedang melow karna kekasih ku yang kembali ke masalalu nya, dan kamu datang bagaikan pelangi yang ingin mewarnai hari-hariku.
Aku bukan wanita yang mudah jatuh cinta, dan begitupun kamu sebaliknya. Kita memiliki masalalu yang sama itu katamu.
Sampai suatu ketika aku dan kamu pun bercerita tentang kelam nya kisah percintaan yang berakhir tragis, menyakitkan namun sulit untuk dilupakan.
Ingatkah ini ? “Pindah ke hati lain itu sama aja kaya kita pindah rumah, yang baik nya di bawa kepasangan yang baru dan yang bikin nyesek kita tinggalin jangan kita bawa kepasangan yang baru, karna suatu hubungan itu layak nya rumah harus bisa bikin kita nyaman dan betah didalam nya, begitu pun suatu hubungan, makanya engga gampang buat nyari yang bener-bener bisa bikin nyaman”.
Dari pesan singkat itu yang membuat aku berfikir, ternyata masih ada cowok yang susah move on dari masalalu nya, dan itu membuat aku merasa kalo kita punya masalalu yang sama, yaitu lelah dengan kejadian yang sering keulang dengan ending yang udah bisa kebaca.
Malam pergantian tahun segera tiba, dengan bingung entah dengan siapa aku merayakan nya, hal spele yang aku tulis dalam Personal Massege bbm “Malam tahun baruan nya cukup depan rumah nyetel kembang api dan gitar-gitaran, tapi entah sama siapa” lalu kamu mengomentari nya dangan jawaban “boleh engga kaka temenin ?” dengan penuh rasa kegembiraan namun tak ingin segera aku ungkapkan aku meyaqini terlebih dahulu ajakan nya dengan basa basi “memang nya kaka engga ada acara ?” tanpa basa basi kamu menjawab “engga, itu juga kalo boleh kaka temenin”.
Sempat tidak mempercayai nya, setelah aku kirim kan alamat rumah ku, dan kita janjian pukul 22.00 WIB. Kulihat ponselku masih belum ada kabar tentang kepastian jadi atau tidak nya, setelah satu jam dari waktu yang telah ditentukan, akhirnya kamu datang kerumah walaupun sempat nyasar ke rumah orang hihihi
Gelap nya malam yang hanya diterangi oleh sinar bintang aku memandangi mu dengan penuh rasa penasaran dalam hati aku berkata ini kah orang nya, sosok yang belum pernah aku tau asal usul nya, dan akupun belum tau kepribadian nya, namun aku merayakan pergantian tahun ini dengan orang yang baru aku kenal.
Gugup dan salah tingkah aku didepanmu, dengan sikap santai nya kamu mebuat aku semakin bingung harus berkata apa utnuk memulai nya, “eemmmm kaka engga ada acara sama temen-temen emang nya ?” ku beranikan diri untuk mengawali obrolan kita, “kalo ada engga mungkin kaka ada disini” jawaban mu dengan santainya, dan aku berasa mati kutu harus bertanya apalagi.
Ku ambil gitar dari dalam kamarku, dan lalu aku serahkan kepadamu.
Dan aku meminta kamu untuk menyanyikan sebuah lagu, namun kamu asyik dengan gitar ditangan mu itu. Sampai akhir nya kamu menyanyikan sebuah lagu yang asing dan itupun baru aku kenal.
“Lagu siapa ka ?” tanya ku kepada mu dan lalu kau menjawab “masa engga tau ? ituloh lagu nya Killing Me Inside – kau dan aku berbeda” aku cukup tau dengan nama band penyanyi itu akupun penasaran “emang ada yah ?” dengan santai kamu menjawab “download aja kalo penasaran sama lagu nya mah”.
Tak terasa malam pergantian Tahun pun tiba, kamu menyalakan kembang api dengan rasa tak percaya diri, cuaca sekitika berubah menjadi mendung gerimis mungkin dewi fortuna tak berpihak kepada kita, aku memaksamu untuk pergi jalan kaki menuju dermaga. Walaupun pulang dengan harapan yang tak sesuai karna aku dan kamu hanya menyaksikan konfoi anak pacarn dan anak muda.
1 Januari 2015 dengan penuh harapan dan hari yang baru aku berusaha melupakan kisah kelam masalalu ku berharap awal tahun ini dapat membuat ku lebih merasa di cintai.
Rasa nya tak lengkap bila liburan berdiam diri dirumah, andai saja ada yang mengajak ku nonton.
Seperti biasa aku menulis keinginan ku itu di Personal Masssege BBM tanpa ku duga nampak nya sudah menjadi rutinitasmu untuk mengomentari setiap hal yang aku rasakan, dan kamu mengajakku nonton, ku kira ajakan mu itu hanya candaan yang spontan untuk mebuat hatiku berbunga, namun lagi-lagi kamu melakukan hal yang salah dengan dugaanku.
Film yang pertama kita tonton waktu itu Merry Riana salah satu film motivator dalam mewujudkan mimpinya, namun disamping itu juga film itu menyimpan sebuah kata yang unik. Ku pandangi wajahmu dari kedekatan sesekali mata ini tak ingin mengalihkan pandangan ku kepadamu, dengan penuh rasa tanya ku nikmati keberadaan disampingmu.
Selesai nonton ketika kita mau pulang hujan mengguyur suasana sore di kota Cirebon waktu itu, dengan bingung, cemas dan rasa takut Mamah marah kepadaku karna hari mulai sore akhirnya kita menunggu sampai hujan reda, lucu nya kita menunggu dengan keluar masuk mall.
Senja pun tiba berganti dengan gelap nya malam yang tanpa bintang karna rintik hujan yang belum juga kunjung berhenti, aku semakin cemas entah akan jadi apa aku setelah pulang ini, ponsel ku tak berhenti berdering, telfon masuk dan sms dari Mamah berdatangan. Tanpa fikir panjang aku meminjam ponselmu untuk membalas pesan dari Mamah.
Dengan curah hujan yang tak kunjung henti akhirnya kita nekat pulang, derasnya hujan membuat ku terpaksa tuk berlindung balik dibadan nya ditengah perjalanan hati ku sesaat merasa tenang berada dalam dekapan nya. Entah apa ini tapi tak ingin aku jelaskan untuk saat ini.
Yang aku ingat diperjalanan ketika pulang adalah tatapan mu menatap mataku dengan sangat dekat, dan aku merasa sangat takut depan tatapan itu, entah apa yang aku takutkan seakan semua nya itu hanya semu.
Sesampainya dirumah Mamah langsung marah padaku, dan aku tak tau apa yang Mamah lakukan dengan nomor telefon mu yang sempat aku pakai untuk sms Mamah, semoga kau tak mendapatkan perkataan yang kasar dari Mamah.
Hari trus berlalu, begitupun aku dan kamu yang semakin dekat sedikit ada rasa namun tak ingin aku katakana, sungguh sulit tuk mengungkapkan, aku anggap itu hanya sesaat sebagi pelipur hati ku yang kalut sebelumnya, sebelum kamu hadir dikehidupanku.
Jarak yang membuat ku tak Yaqin bila didalam hatimu pun menyimpan rasa yang sama, tidak!aku tak ingin mengharapkan nya, dan kode itu, aku takut dia engga peka. Ahh sudahlah biarkan!!
Ponsel ku bordering, telfon masuk dengan nomor yang asing. “Hallo pril, ini kaka” ya Tuhan Rifky menelfon ku, entah harus apa dan bagaimana aku berbicara dengan nya. Agak lama aku bercanda ditelfon dan kita mulai berbicara dengan serius.
Aku masih ingat ketika kamu mengatakan “cinta itu tak butuh waktu yang terlalu lama untuk saling mengenal karna seiring berjalan nya waktu itu adalah proses ketika kita mengenal satu sama lain, So See How Much I Love You”
“See How Much I Love You atau I Like You ?” jawab ku dengan rasa bercanda, aku tak percaya kamu mengatakan hal itu dengan arti “Lihatlah betapa aku mencintaimu” secepat itukah datang nya cinta ? entahlah aku masih menganggap semua hal itu candaan nya.
“See How Much I Love You pril, ehh serius engga becanda Yaqin”
“ahh kaka engga lucu udah ahh”
“Kita jadian yuk?”
Dan aku hanya bisa berdiam seakan menjadi pendengar gurauan nya, entah percaya atau tidak, aku akui aku menyukaimu tapi untuk pembuktian nya apa harus melalui telfon ??
“pril kenapa jadi pendiem ? kaka salah ngomong yah, yadah deh kalo emang kamu mau nya langsung tapi kaka engga tau kapan pulang dan bisa ngomong langsung”
“aee aaeee kaka serius ? kita belum lama kenal dan aku baru tau kaka”
“aduhh udah engga usah dibahas lagi, becanda koq becandaa ehh tapi kata SHMILY itu serius, untuk masalah kita barengkalo emang kamu mau kaka ngomong langsung ya udah nanti kaka ngomong langsung”
“See How Much I Love You To Ka”
“Really? Jadi kita ?”
“ iyah ka”
Aku seperti anak kecil yang baru mengenal Cinta, entah apa itu yang aku rasakan tapi ini membuat aku merasa bahagia, semua tentang kamu dari mulai kita kenal sampai sekarang aku merasa sangat bahagia
Neng, panjang juga ceritanya. Mengasyikkan. Coba kalau paragrafnya ditata lagi agar lebih enak membacanya. Sepertinya tulisan ini cuma satu paragraf.
BalasHapusoh iya pak terimakasih atas komentar nya, nanti akan saya perbaiki lagi :)
BalasHapus